Citizen Budget di Indonesia: BIB, Informasi APBN, hingga Advertorial APBN
Kesuksesan
implementasi penganggaran berbasis kinerja tak dapat dilepaskan dari
partisipasi aktif masyarakat. Pertama,
partisipasi masyarakat dapat memberikan informasi kepada pemerintah mengenai
preferensi publik atas tujuan program dan kebijakan yang sehingga diperoleh
indikator kinerja yang jelas dan efektif dalam proses penganggaran. Pemerintah
dapat gagal mengalokasikan sumber daya keuangan dengan optimal ketika indikator
kinerja yang ditetapkan tidak dapat menangkap tujuan yang diinginkan oleh
publik. Kedua, legitimasi dukungan publik akan meminimalkan konflik antara
perwakilan politik. Temuan empiris menunjukkan bahwa warga negara dapat
mendorong pemerintah untuk membuat ukuran kinerja yang tepat atas keputusan
anggaran yang dibuat, meskipun partisipasi warga yang aktif memberikan komentar
dan wawasan yang berharga memang akan menimbulkan kompleksitas dan tantangan
dalam prosesnya.
Pemerintah
dapat mendorong partisipasi warga dalam siklus penganggaran dengan menciptakan
kondisi yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dengan cara yang berarti.
Aksesibilitas atas informasi penganggaran pada tiap tahapannya menjadi
prasyarat untuk itu. Tantangannya,
dokumen APBN yang disiapkan oleh Pemerintah merupakan dokumen teknis yang
disusun secara teknokratis. UU APBN dan Nota Keuangan merupakan dokumen
kompleks dengan banyak halaman, tabel, dan grafik, yang ditulis dalam bahasa
yang sulit dipahami oleh banyak warga biasa. Untuk dapat berpartisipasi, warga
negara harus memiliki akses ke informasi dalam bahasa dan melalui format yang
dapat dipahami oleh warga biasa.
Untuk
menjembatani gap tersebut, Kementerian Keuangan selaku otoritas penganggaran
Pemerintah menerbitkan citizen budget
(anggaran warga). Sesuai namanya, publikasi citizen
budget akan bermakna jika sampai kepada warga. Untuk itu, rencana
komunikasi untuk citizen budget harus
memperhatikan (i) target audiens dan urgensinya; (ii) di mana dan bagaimana
pesan harus dipublikasikan; (iii) saluran komunikasi apa yang harus digunakan
untuk menjangkau audiens target; dan (iv) pesan yang tepat.
Kementerian
Keuangan pertama kali menerbitkan citizen
budget di 2012. Publikasi perdana ini berbentuk infografis yang antara lain
berisi ringkasan pendapatan dan belanja, asumsi ekonomi makro, dan siklus
penyusunan APBN TA 2013. Berbeda dengan Nota Keuangan yang menjelaskan APBN
dalam dokumen setebal hingga satu rim, citizen
budget mencoba merampingkan pesan yang ingin disampaikan oleh APBN. Citizen budget biasanya ditulis dalam
bahasa yang dapat lebih mudah dipahami dan menggabungkan elemen visual untuk
membantu pembaca memahami informasi yang ingin disampaikan, tanpa
penyederhanaan yang berlebihan.
Untuk APBN TA
2015, Kementerian Keuangan melengkapi infografis dengan buletin yang diberi
tajuk Budget in Brief. Berisi 36
halaman, terbitan ini menyediakan ruang yang lebih luas untuk berbagai
informasi yang dianggap penting untuk disampaikan ke warga. Tahun berikutnya, sebagai
suplemen UU APBN TA 2016, disusun Informasi APBN yang menjadi pengganti Budget in Brief. Informasi yang
disajikan dalam Informasi APBN semakin kaya di tiap tahunnya.
Kebutuhan untuk
transparansi APBN sejak fase pengusulan RUU APBN mendorong penyusunan rupa citizen budget baru: Advertorial RAPBN.
Pertama kali disusun untuk RUU APBN TA 2020, Advertorial RAPBN berisikan angka
versi RUU APBN yang memang kerap berbeda dengan angka ketika APBN disahkan.
Keberadaan Advertorial RAPBN dan Informasi APBN akan memudahkan warga dalam
melihat perubahan dari Rancangan UU hingga menjadi UU yang telah disetujui
bersama DPR dan disahkan Presiden, yang menjadi dasar hukum tetap untuk
melaksanakan anggaran negara.
Citizen Budget untuk Transparansi
dan Partisipasi
Dalam Survei
Keterbukaan Anggaran yang bertujuan menilai apakah pemerintah pusat di setiap
negara mempublikasikan delapan dokumen kunci anggaran untuk disediakan kepada
publik serta menilai apakah dan informasi dalam dokumen sudah lengkap, tepat
waktu, dan bermanfaat, oleh International Budget Partnership di tahun 2023,
Indonesia meraih skor 70 poin. Angka itu disumbang oleh salah satunya citizens budget. Namun demikian, citizen budget untuk APBN masih dinilai
subotpimal.
International
Budget Partnership selaku surveyor merekomendasikan peningkatan kelengkapan
konten Advertorial RAPBN dan Informasi APBN. Pemerintah juga diminta untuk
memperluas kanal diseminasi citizen
budget. Ketepatan pemilihan media akan mempengaruhi efektivitas diseminasi,
sesuai tujuan awal penyusunan citizen
budget. Gunakan setiap kesempatan untuk mengundang warga melihat citizen budget sehingga populer dan
relevan bagi mereka.
Peluang formal yang ditawarkan kepada publik untuk
partisipasi yang bermakna dalam berbagai tahapan proses anggaran menjadi subjek
penilaian berikutnya. Peningkatan
skor transparansi anggaran Indonesia belum disertai dengan kenaikan partisipasi
publik dalam tahapan Perencanaan dan Penganggaran. Skor partisipasi publik
Indonesia berdasarkan Survei Keterbukaan Anggaran masih berada di level belum
memadai.
Usaha
Kementerian Keuangan yang telah menyediakan mekanisme konsultasi publik selama
penyusunan anggaran dan konsultasi elektronik pada saat implementasi anggaran perlu
diikuti langkah prioritas berikutnya. Pelibatan organisasi masyarakat sipil
atau anggota masyarakat mana pun dalam penyusunan anggaran masih dapat
diperluas mekanismenya. Komunitas yang rentan dan kurang terwakili perlu
mendapat perhatian lebih. Sementara itu, lembaga legislatif sebagai mitra
Pemerintah yang juga memiliki hak budget dapat membuka ruang bagi anggota
organisasi masyarakat atau masyarakat sipil untuk mengikuti dengar pendapat
tentang proposal anggaran sebelum diberikan persetujuan.
