Pagu Indikatif 2027 Fokus ke Program Kerja Prioritas Nasional
Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027
disusun dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui
Produktivitas, Investasi, dan Industri” sebagai langkah strategis pemerintah
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tema ini
sejalan dengan fokus penganggaran untuk tumbuh lebih tinggi dan sejahtera lebih
cepat, semata-mata untuk mencapai pertumbuhan berkualitas. RKP Tahun 2027
membawa semangat transformatif dengan memastikan bahwa pembangunan dilaksanakan
melalui program yang tajam dan berdampak untuk menjawab tantangan dan peluang
ekonomi di tengah ketidakpastian global. Transformasi ini direfleksikan dalam
implementasi delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN)
sebagaimana arahan Bapak Presiden dalam Taklimat 8 April 2026.
Wakil Menteri
Keuangan Juda Agung menyebut bahwa pemerintah berupaya terus menjaga momentum
pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang aktif sejak awal tahun.
Pemerintah juga memastikan stabilitas ekonomi tetap terpelihara. Inflasi
dinilai masih terkendali, kondisi fiskal dan kepercayaan investor terhadap
perekonomian Indonesia tetap kuat, serta stabilitas harga BBM bersubsidi tetap
terjaga untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi rumah tangga
tetap kuat.
“Kita perlu
melakukan refocusing terhadap belanja-belanja yang lain dan itu sudah kita
lakukan. Dengan upaya refocusing, upaya pengendalian belanja, upaya mendorong
pendapatan, maka defisit fiskal kita bisa kita jaga di 2,9 persen di tahun ini.
Dan mudah-mudahan ini sebagai basis yang kuat bagi perencanaan kita di 2027 ke
depan,” ungkapnya.
Pemerintah
mengungkapkan bahwa pagu indikatif belanja Kementerian/Lembaga (K/L) TA 2027
sebesar Rp1.370,3 triliun. Sekitar 45,7% atau Rp625,28 triliun di antaranya
dialokasikan untuk mendukung PKPN. “Meskipun ini lebih kecil, namun ini sudah
mencakup PKPN sebesar Rp625 triliun,” Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi
Pembangunan di Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka menyampaikan dalam
sesi panel diskusi Rakorbangpus RKP Tahun 2027 di Kantor Kementerian
PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Putut
mengungkapkan, alokasi Pagu Indikatif K/L TA 2027 memang difokuskan untuk
memenuhi PKPN dan belanja pendukung fondasi PKPN, selain belanja lain yang
sifatnya wajib. Rilis Pagu Indikatif menjadi dasar bagi K/L untuk menyusun
Renja K/L TA 2027. Penyusunan Renja K/L dilakukan dengan memperhatikan Sasaran
dan Prioritas Pembangunan Tahun 2027, serta Arah Kebijakan Fiskal dan
Pokok-Pokok Kebijakan Belanja K/L TA 2027.
Nantinya, Renja K/L
tersebut akan ditelaah dalam forum Pertemuan Tiga Pihak (Trilateral Meeting),
antara K/L, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional, dan Kementerian Keuangan. Bersamaan dengan itu, K/L juga
menyusun rancangan RKA-K/L. Dalam proses ini, Pengguna Anggaran di K/L menjadi
sentral dalam penerapan kebijakan perencanaan dan penganggaran untuk mewujudkan
penganggaran berbasis kinerja dan belanja yang lebih berkualitas untuk tahun
2027.
