• Home
  • News
  • Berita Kaledioskop Satu Tahun AAI
Kembali ke List Berita

Kaledioskop Satu Tahun AAI

Dibentuk berdasarkan mufakat dalam Kongres I JFAA pada 18 September 2020, Analis Anggaran Indonesia mempunyai visi menjadi organisasi profesi yang kapabel serta berperan aktif dan strategis dalam meningkatkan kualitas ekosistem penganggaran di Indonesia. Hari ini tepat setahun usia Analis Anggaran Indonesia (AAI). Simak kembali berbagai upaya AAI dalam melaksanakan misinya: mendorong tumbuhnya profesionalisme Analis Anggaran; berperan aktif dalam melakukan kajian, analisis, dan memberikan informasi, saran, serta rekomendasi kebijakan penganggaran yang berkualitas kepada Pemerintah; meningkatkan kompetensi melalui berbagai pendidikan dan pelatihan seminar serta lokakarya; dan melaksanakan kerja sama dan advokasi kebijakan penganggaran dengan berbagai pemangku kepentingan, masyarakat dan organisasi profesi lainnya dalam Kaledioskop Satu Tahun AAI.

18 September 2020

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2016 tentang Jabatan Fungsional Analis Anggaran mengamanatkan Jabatan Fungsional Analis Anggaran untuk memiliki organisasi profesi. Organisasi profesi tersebut harus dibentuk dalam kurun waktu lima tahun sejak penetapan Jabatan Fungsional Analis Anggaran (JFAA) pada 3 November 2016. Memenuhi tuntutan tersebut, Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Anggaran selaku instansi pembina JFAA memfasilitasi pembentukan organisasi profesi Jabatan Fungsional Analis Anggaran dalam wadah Kongres I JFAA yang dihelat pada 18 September 2020. Pada kongres yang diikuti oleh 243 Analis Anggaran dari Direktorat Jenderal Anggaran dan Kementerian/Lembaga ini, disepakati Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga AAI sebagai organisasi profesi JFAA dan M. Indra Haria Kurba secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum AAI Periode 2020-2023.

23 Oktober 2020

AAI bersama dengan Sekretariat Direktorat Jenderal Anggaran, bekerja sama dalam melaksanakan Webinar Budget Learning Centre (BLC) mengenai penyusunan Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) yang benar bagi JFAA. Kegiatan ini berjalan secara daring dengan peserta sebanyak 204 yang terdiri dari Analis Anggaran yang berasal dari Kementerian Keuangan dan JFAA yang tersebar di 15 kementerian negara dan lembaga lainnya. Acara ini merupakan acara yang pertama sejak AAI dibentuk pada bulan September 2020. Tema acara ini memanfaatkan momen pengajuan DUPAK periode 2 tahun 2020 yang merupakan periode pertama bagi JFAA yang baru saja dilantik. Dengan demikian, diharapkan JFAA yang baru, dapat memiliki informasi yang cukup dalam mempersiapkan DUPAK yang akan diajukannya.

1 November 2020

Pengurus Pusat AAI melakukan audiensi kepada Dirjen Anggaran. Dalam sambutannya, Dirjen Anggaran, Askolani, mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Kongres Pertama AAI dan mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengurusan AAI. Lebih lanjut, alumni University of Colorado ini mendorong sinergi dan kolaborasi AAI dengan Kementerian Keuangan, khususnya Ditjen Anggaran selaku Instansi Pembina. Sinergi tersebut diwujudkan dengan berperan aktif melalui peningkatan kualitas analisis JFAA sebagai bagian dari ekosistem penganggaran nasional. Oleh karena itu, Askolani menekankan pentingnya penyusunan standar kompetensi Analis Anggaran melalui kolaborasi AAI dengan Instansi Pembina. Dengan memiliki standar kompetensi, maka upaya peningkatan kualitas Analis Anggaran dapat dilakukan secara terukur dan terstruktur. Sehingga, Analis Anggaran memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya secara berkesinambungan, yang pada akhirnya memberi dampak positif terhadap kualitas penganggaran nasional.

Akselerasi peningkatan kualitas penganggaran juga dapat dilakukan melalui program secondment di seluruh Kementerian/Lembaga, dan dapat diperluas ke pemerintah daerah. Melalui program secondment proses transfer knowledge dapat berjalan lebih optimal dalam mewujudkan APBN yang akuntabel dan memberi manfaat pada masyarakat secara inklusif. Terakhir, Dirjen Anggaran mengingatkan pentingnya relasi yang harmonis dan bersifat komplemen antar sesama Analis Anggaran maupun antara Analis Anggaran dengan Pejabat Struktural dalam pelaksanaan tugas-tugas kedinasan.

13 Januari 2021

Akta Pendirian AAI sebagai organisasi profesi JFAA ditandatangani di hadapan notaris. Akta ditandatangani oleh pendiri AAI, dalam hal ini Heru Ganes Santoso mewakili Presidium Kongres I JFAA dan Sudes Nazarudin selaku Ketua Panitia Pengarah Kongres I JFAA, yang dilaksanakan pada 18 September 2020. Dengan akta pendirian ini, AAI telah resmi menjadi perkumpulan yang berbadan hukum. AAI telah memperoleh status persona standi in judictio, artinya di mata hukum, AAI dipandang sama seperti manusia sebagai subjek hukum yang memiliki hak dan kewajiban.

5 Maret 2021

AAI merilis kartu anggota eksklusif yang juga dapat berfungsi sebagai uang elektronik. Analis Anggaran yang menjadi anggota AAI akan memperoleh beragam manfaat. Harga khusus dalam mengikuti pelatihan/seminar dan pembelian produk/merchandise AAI juga akan diperoleh. Kemudahan akses materi referensi terkait penganggaran dan keJFAAan serta jaringan luas dalam ekosistem penganggaran di Indonesia dan partisipasi aktif dalam dinamika profesi merupakan manfaat selanjutnya yang dapat diraih. Menjadi anggota aktif AAI juga akan dinilai sebagai Angka Kredit yang dapat diajukan dalam DUPAK Analis Anggaran.

31 Maret 2021

AAI melakukan audiensi kepada Dirjen Anggaran yang baru saja dilantik, Isa Rachmatarwata. Dirjen Anggaran mengingatkan kembali ihwal pembentukan organisasi profesi Analis Anggaran yang merupakan amanat peraturan perundang-undangan. Dirjen Anggaran mengapresiasi berbagai program kerja yang telah dilaksanakan untuk pengembangan kompetensi dan profesionalisme Analis Anggaran serta rancangan Kode Etik dan Kode Perilaku yang telah disusun untuk menjaga profesionalisme dimaksud. Pengakuan terhadap AAI akan diraih ketika kinerja dan reputasi Analis Anggaran yang tersebar di berbagai Kementerian/Lembaga diakui baik. Pria yang pernah menahkodai Persatuan Aktuaris Indonesia sebagai organiasi profesi aktuaris di Indonesia ini juga berpesan agar pengurus AAI membangun organisasi dengan passion dan semangat tulus untuk membantu sesama Analis Anggaran. AAI diharapkan menjadi organisasi yang efisien dengan memanfaatkan platform digital yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi. Terakhir, besarnya organisasi Kementerian Keuangan agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Analis Anggaran sekaligus sebagai ladang untuk berkontribusi.

17 Mei 2021

Menteri Hukum dan HAM RI mengesahkan perkumpulan AAI sebagai organisasi profesi JFAA. Setelah mengajukan permohonan pemakaian nama perkumpulan, melalui fasilitasi Notaris, AAI menyampaikan permohonan pengesahan badan hukum perkumpulan kepada Menteri Hukum dan HAM RI. Dengan pengesahan Menteri Hukum dan HAM RI, AAI sebagai organisasi berbadan hukum memiliki beberapa kelebihan tersendiri, seperti bentuk tanggung jawabnya yang independen serta memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai tindak perdata, seperti sewa-menyewa, jual-beli, perjanjian, dan hal-hal perdata lainnya atas nama organisasi.

31 Juli 2021

Analis Anggaran yang selalu bergelut dengan data anggaran tentunya sangat familiar dengan penggunaan aplikasi Microsoft Excel sebagai aplikasi lembar kerja (spreadsheet). Untuk meningkatkan kapabilitas Analis Anggaran dalam mengelola data, Analis Anggaran Indonesia (AAI) menyelenggarakan Pelatihan Dasar Mengolah Data Anggaran dengan Pivot MS Excel pada 31 Juli s.d. 21 Agustus 2021. Pelatihan yang dibagi ke dalam empat batch tersebut berhasil menarik animo peserta dari anggota AAI hingga kuota tiap batchnya selalu penuh. Ini merupakan pelatihan pertama yang dilakukan oleh Pengurus Pusat AAI 2020-2023.